7CAHAYA- Setiap manusia
sudah pasti ingin kelak untuk
masuk ke surga karena di sana ia akan mendapatkan
kesenangan dan kenikmatan yang luar biasa yang tidak bisa mereka jumpai di
dunia ini. Bahkan Tak terkecuali orang yang sering melakukan
kemaksiatan pun tidak ingin jika masuk neraka.
Tak ada manusia yang sempurna. Pastilah seseorang
pernah melakukan kesalahan, sekecil apapun itu. Bahkan, seseorang dapat
melakukan beberapa dosa dalam tiap detiknya pada malam, sore, siang atau pagi
hari. Oleh karena itu, manusia tak akan bisa luput dari dosa.
Apabila dosa yang dilakukan berbau, maka orang
disekitar kita akan menjauh karena mereka terganggu dengan bau yang muncul.
Bahkan, jika dosa terus bertambah setiap detiknya, maka bisa jadi dosa kita
berjumlah sangat banyak sebagaimana butiran pasir di pantai atau air di samudera.
Hal ini pernah disampaikan oleh nabi.
Beliau menyampaikan kepada umatnya bahwa ketika
manusia melakukan dosa maka akan ada noda hitam di dalam hatinya. Apabila lebih
sering melakukan dosa, maka noda tersebut akan semakin besar dan pekat, bahkan
bisa saja menutupi hati.
Selain menjelaskan mengenai dosa dan balasannya,
terdapat juga penjelasan mengenai cara untuk meminta maaf atau ampunan, yakni
dengan membaca istighfar.
Apabila seseorang mengucapkan kalimat ini, maka noda
di dalam hatinya akan semakin berkurang. Semakin banyak seseorang melafalkan
istighfar dan diimbangi oleh perbuatan amal yang semakin banyak pula serta
komitmen tidak mengulanginya lagi akan membuat noda hitam itu beralih menjadi
noda putih sehingga bisa menghapuskan noda hitam itu.
Istighfar merupakan salah satu kalimat dzikir yang
digunakan untuk meminta ampunan atas kesalahan atau dosa yang telah kita
lakukan. Kalimat ini sering dilafalkan setelah seseorang melakukan ibadah,
seperti shalat. Bacaan istighfar Rasulullah ini bisa kita amalkan sehingga
mendapatkan manfaat yang dijanjikan oleh Allah.
Selain itu, Rasulullah juga menganjurkan kepada
umatnya untuk mengucapkan kalimat dzikir ini pada malam atau siang hari.
Diketahui bahwa siapa saja yang melafalkan istighfar dan kemudian ia meninggal,
maka Nabi menjanjikan padanya bahwa ia akan masuk surga.
Penghulu istighfar atau sayyidul istighfar berisi
bacaan istighfar yang benar, yakni: ‘Allahumma anta Rabbii. Laa ilaha illa anta.
Kholaqtanii, wa ana ‘abduka. Wa ana ‘ala ‘ahdika wawa’ dika mastatho’tu.
A’udzubika min syarri ma shona’tu. Abu’u laka bini’matika ‘alayya. Wa abu’u
bidzanbii, faghfirlii. Fa innahu la yaghfirudz dzunuba illa anta.
Arti dari bacaan tersebut adalah hanya Allah yang
pantas untuk disembah karena Dia telah menciptakan manusia dan hamba. Seorang
hamba akan memegang teguh janji Allah. Ia berlindung kepada Allah atas dosa
yang telah ia lakukan. Ia juga telah mengakui kesalahannya maka mintalah ampun
pada Allah. Sungguh tidak ada dzat lain yang berhak menghapus dosa seseorang
kecuali Allah.
Rasulullah juga menjelaskan jika seseorang mengucapkan
bacaan ini pada malam hari dan kemudian ia meninggal pada malam hari itu, maka
ia akan masuk surga. Sedangkan, jika seseorang mengucapkannya pada siang hari
dan kemudian ia meninggal, maka ia juga akan masuk surga.
Sebagai seorang hamba, kita harus berlomba-lomba
berbuat kebaikan karena setiap perbuatan yang kita lakukan pasti akan
mendapatkan balasan yang lebih besar dari Allah. Selain itu, kita haus yakin
pada janji Allah ini sehingga kita bisa mengamalkannya dalam kehidupan
sehari-hari.

0 komentar:
Posting Komentar