7CAHAYA- Sudah
menjadi gaya hidup masyarakat urban kala merasakan penat setelah
disibukkan dengan pekerjaan yang menumpuk setiap hari, maka yang
dibutuhkan biasanya adalah refreshing atau santai sejenak demi
menunjang kesehatan dan kreatifitas. Orang yang rutin merelaksasikan
diri, bukan hanya perasaan senang saja yang di dapat, akan tetapi
juga mampu meminimalisir depresi.
Melepas
penat juga bermacam-macam jenisnya, antara lain meluangkan waktu
kosong untuk berolahraga, membaca buku kesukaan, hingga pergi
menonton. Namun yang paling banyak digandrungi saat ini, yakni
berplesiran ke sebuah tempat tertentu.
Sebagian
umat muslim contohnya, yang disibukkan dengan berjalan-jalan keliling
Indonesia atau bahkan dunia. Mereka gemar mengunjungi tempat-tempat
wisata, berjelajah ke gunung, pantai, danau dan tempat-tempat
lainnya. Ketika pergi berpetualang atau jalan-jalan tersebut,
tentunya mereka harus membayar dengan sejumlah uang yang cukup
banyak. Ini tak menjadi penghalang bagi mereka.
Dunia
ini memang sangatlah luas dan indah, jadi sayang rasanya jika tidak
sempat berkunjung ke tempat-tempat yang indah dan belum pernah
dijejaki. Baik itu untuk tujuan piknik, rihlah, mengagumi ciptaan
Allah, atau bersenang-senang. Namun, seandainya seorang muslim itu
lebih sibuk menuntut ilmu, belajar Al Quran dan Hadits, beramal
sholeh dan mencintai perbuatan kebaikan lainnya, tentu itu jauh lebih
utama baginya.
Allah
berfirman,
سَابِقُوا
إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ
عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
“Berlomba-lombalah
kamu (mengerjakan amal kebaikan) untuk mendapatkan ampunan dari Tuhan
kamu dan (untuk mendapatkan) Surga yang luasnya seluas langit dan
bumi” (QS. Al Hadid : 21).
Dalam
sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Nabi pernah
bercerita mengenai penduduk surga yang paling terakhir masuk surga.
Ia merupakan penduduk surga yang paling rendah derajatnya. Allah
berfirman kepadanya (setelah mengeluarkannya dari neraka), “Pergilah
engkau dan masuklah surga, karena untukmu surga seperti dunia dan
sepuluh kali lipat darinya”.
Balasan
di akhirat paling rendah saja adalah surga yang luasnya 10 kali lipat
dari bumi kita sekarang. Padahal ini adalah derajat penghuni surga
yang terendah. Maka alangkah baiknya jika seorang muslim lebih banyak
melakukan amal shaleh demi menggapai surgaNya daripada disibukkan
dengan travelling, adventure dan semisalnya.
Kelak,
muslim yang taat akan mendapat ganjaran berupa surga. Di dalam surga
yang luasnya sepuluh kali lipat dibanding dunia itu ia bisa
ber-travelling, ber-adventure sepuasnya. Sebenarnya tidak ada
larangan untuk melakukan travelling, adventure, namun ada baiknya
jika seorang muslim lebih banyak mempersiapkan bekal semasa hidup
dengan banyak beramal shaleh.
Allah
berfirman,
وَمَا
الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ
الْغُرُورِ
“Dan
kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”
(QS. Al Hadid : 20).
Tidak
rugi rasanya kalau tidak sempat berkeliling dunia. Di surga kelak,
dengan luasnya yang amat sangat, kesempatan itu tentu akan dapat
diperoleh dengan perasaan yang lebih mengembirakan. Lagipula, Allah
telah mengingatkan kita bahwa dunia hanyalah kesenangan sesaat.

0 komentar:
Posting Komentar